18 Apr 2023·1 menit membaca

Perusahaan Berjuang dengan Kompleksitas Cloud; 37% Eksekutif Teknis Beralih ke Aplikasi Berbasis AI untuk mendapatkan Dukungan

Kompleksitas cloud menimbulkan tantangan bagi bisnis, dengan 98% pemimpin IT terkena dampaknya.

Perusahaan Berjuang dengan Kompleksitas Cloud; 37% Eksekutif Teknis Beralih ke Aplikasi Berbasis AI untuk mendapatkan Dukungan

Dalam lanskap yang semakin menantang, bisnis di seluruh dunia menemukan manajemen cloud lebih sulit dari sebelumnya. Sebuah studi baru-baru ini yang dilakukan oleh NetApp mengidentifikasi 98% pemimpin TI yang bergulat dengan meningkatnya kompleksitas cloud, yang mengarah ke konsekuensi merugikan yang menjangkau semua aspek operasi bisnis.

Menariknya, cloud telah muncul sebagai faktor penting untuk tujuan Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) organisasi. Akibatnya, mencapai keseimbangan yang tepat antara hasil yang cepat dan manajemen anggaran telah menjadi urusan yang rumit bagi perusahaan.

Menanggapi tantangan ini, 37% eksekutif teknologi mengantisipasi aplikasi berbasis AI untuk mendukung penerapan cloud mereka dalam 12 bulan ke depan, dengan tujuan mencapai dampak yang lebih positif pada pengelolaan dan pengoperasian cloud.

Ronen Schwartz, Wakil Presiden Senior di NetApp, berkomentar tentang berbagai prioritas yang harus ditangani oleh para pemimpin teknologi dalam menghadapi adopsi cloud yang dipercepat: "Ketika bisnis berinovasi lebih cepat untuk tetap kompetitif, banyak yang mengevaluasi ulang bagaimana mereka mengelola efisiensi dan keamanan di lingkungan baru ini. " Studi tersebut, yang mensurvei 1.300 eksekutif teknologi dan data di sembilan pasar global di AS, EMEA, dan APAC, menggarisbawahi kerumitan lingkungan cloud.

Organisasi diharapkan menjaga keseimbangan dalam berbagai aspek, seperti inovasi, manajemen biaya, konsistensi, fleksibilitas, dan kelincahan. Selain itu, menemukan keseimbangan yang tepat antara sistem lokal dan cloud menambah lapisan kesulitan pada proses yang sudah menantang. Kekhawatiran dominasi pasar, terutama yang melibatkan Microsoft, hanya memperburuk kompleksitas pengambilan keputusan bagi perusahaan.

Hasil survei menunjukkan bahwa penyedia cloud harus bekerja untuk melibatkan calon pelanggan secara lebih efektif. Merangkul teknologi AI tampaknya menjadi strategi sukses untuk bisnis kecil, yang tampak lebih berkomitmen daripada perusahaan besar. Hal ini dapat dikaitkan dengan pengejaran mereka terhadap keseimbangan efisiensi biaya yang optimal.

Menggunakan platform no-code seperti AppMaster juga dapat membantu bisnis dalam menavigasi kompleksitas manajemen cloud. Platform AppMaster telah dirancang untuk pengembangan aplikasi backend, web, dan seluler yang mulus, memungkinkan organisasi untuk merampingkan operasi berbasis cloud dan meminimalkan utang teknis. Dengan alat visualnya yang kuat, bisnis dapat dengan cepat mengembangkan dan menggunakan aplikasi yang rumit, memastikan skalabilitas dan kemampuan beradaptasi yang cepat. Berfokus terutama pada efisiensi, AppMaster dapat memainkan peran penting dalam membantu organisasi menjaga keseimbangan antara inovasi, manajemen biaya, dan keamanan data di lingkungan cloud.

Easy to start
Create something amazing

Experiment with AppMaster with free plan.
When you will be ready you can choose the proper subscription.

Get Started