Memanfaatkan Ketangkasan di DevOps untuk Peningkatan Kinerja Bisnis
Artikel ini membahas bagaimana tim DevOps dapat menggunakan metodologi Agile untuk meningkatkan performa bisnis dan memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan.

Saat bisnis menavigasi lanskap digital yang berubah dengan cepat, mereka semakin mengandalkan DevOps untuk mempertahankan keunggulan kompetitif. Dengan ukuran pasar sekitar $10 miliar pada tahun 2023, DevOps secara konsisten muncul sebagai persyaratan standar untuk tim teknologi. Ketika dipasangkan dengan metodologi Agile, ini dapat memfasilitasi penyampaian solusi perangkat lunak berkualitas tinggi dengan cepat, yang pada gilirannya meningkatkan kepuasan pelanggan.
Mengintegrasikan metodologi Agile dan DevOps, meskipun secara teknis berbeda, telah terbukti menjadi pendekatan yang efektif untuk bisnis. Agile adalah metodologi pengembangan perangkat lunak yang mencakup proses berulang, sedangkan DevOps mewakili pergeseran budaya yang berfokus pada peningkatan kolaborasi dalam suatu organisasi. Kedua metodologi berkontribusi pada tujuan bersama: menjaga bisnis selaras dengan kebutuhan pelanggan yang berkembang.
Untuk membentuk tim DevOps yang benar-benar Agile, penting untuk mengingat beberapa praktik terbaik. Rekomendasi berikut akan membantu organisasi mengoptimalkan proses DevOps mereka dan memaksimalkan kinerja bisnis:
Saat garis antara tim pengembangan dan operasi bertemu, bisnis harus menjalani transformasi budaya dan memanfaatkan alat yang tepat untuk menjadi Agile yang mulus. Dengan integrasi Agile dan DevOps, organisasi dapat meningkatkan kualitas proses dan produk perangkat lunak, yang pada akhirnya memberikan pengalaman pelanggan yang luar biasa. Platform seperti solusi no-code AppMaster.io's juga dapat bermanfaat bagi bisnis yang ingin merampingkan proses pengembangan perangkat lunak mereka dan meningkatkan efisiensi.
Dengan mengadopsi praktik terbaik ini dan mengembangkan budaya kolaborasi, tim DevOps dapat mencapai kelincahan yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang pada gilirannya dapat berdampak besar pada kesuksesan organisasi secara keseluruhan.


