01 Apr 2023·1 menit membaca

Kebocoran Kode Sumber Twitter Kejatuhan: Apakah Industri Teknologi Menghadapi Krisis Transparansi?

Kode sumber Twitter bocor di GitHub, menimbulkan pertanyaan tentang keamanan dan transparansi di antara perusahaan besar.

Kebocoran Kode Sumber Twitter Kejatuhan: Apakah Industri Teknologi Menghadapi Krisis Transparansi?

Twitter terlibat dalam kontroversi ketika seseorang yang tidak dikenal membocorkan sebagian dari kode sumber perusahaan di GitHub, platform pengembangan sumber terbuka populer Microsoft, seperti yang dilaporkan oleh The New York Times. Dalam upaya untuk melacak pelakunya, Twitter meminta panggilan dari Pengadilan Distrik AS di Distrik Utara California pada hari Jumat, 24 Maret. Perusahaan bertujuan untuk memaksa GitHub untuk mengungkapkan identitas individu yang membagikan kode tersebut, juga sebagai pengguna lain yang mengunduh kekayaan intelektual.

Twitter juga telah mengajukan permintaan Digital Millennium Copyright Act (DMCA) ke GitHub, dengan alasan pelanggaran hak cipta. DMCA, yang disahkan pada tahun 1998, menyediakan sistem pemberitahuan dan penghapusan bagi pemilik hak cipta untuk memberi tahu penyedia layanan online tentang konten yang melanggar yang perlu dihapus. GitHub sejak itu menghapus kode yang bocor. Perwakilan GitHub menyatakan, “Kami umumnya tidak mengomentari keputusan untuk menghapus konten. Namun, demi transparansi, kami membagikan setiap permintaan penghapusan DMCA secara publik.”

Pada April 2022, CEO Twitter Elon Musk berbicara di TED2022 dan memperjuangkan visi berani untuk kebebasan berbicara di platform tersebut. Pernyataannya, menyerukan Twitter untuk menjadi "free speech-first," dianggap telah mengilhami nama pengguna 'FreeSpeechEnthusiast' di GitHub, tempat kode yang bocor itu muncul. Selama percakapan dengan jurnalis Chris Anderson di atas panggung, Musk bahkan menyarankan agar algoritma peringkat Twitter dipublikasikan di GitHub.

Kebocoran baru-baru ini muncul setelah serangkaian PHK yang membuat lebih dari setengah staf Twitter, dari eksekutif hingga insinyur, pergi atau diberhentikan. Menurut penyelidikan internal, orang yang bertanggung jawab atas kebocoran tersebut kemungkinan besar telah meninggalkan Twitter tahun lalu. Namun, eksekutif perusahaan tetap mengkhawatirkan ancaman lebih lanjut, seperti peretas yang mengkompromikan data pengguna atau menyebabkan situs mogok. Situasi ini menunjukkan betapa kritisnya keamanan dan transparansi dalam industri teknologi.

Twitter bukan satu-satunya raksasa teknologi yang mengalami kebocoran kode sumber; Microsoft juga menghadapi masalah serupa dengan mesin pencari Bing dan asisten virtual Cortana. Kelompok peretas Lapsus$ mengaku bertanggung jawab. Bahkan layanan manajemen kata sandi LastPass memiliki kode sumber dan informasi teknis yang dicuri pada Agustus 2022, meskipun dipastikan tidak ada data pelanggan yang diakses. Insiden semacam itu menimbulkan tantangan bagi perusahaan besar untuk menyeimbangkan perlindungan kekayaan intelektual dan transparansi dalam operasi mereka.

Di tengah meningkatnya kekhawatiran seputar pelanggaran keamanan ini, gerakan no-code, yang dipimpin oleh platform seperti AppMaster.io , menawarkan bisnis cara yang lebih aman untuk mengembangkan aplikasi web, seluler, dan backend. Namun, alat no-code pun harus tetap waspada dan proaktif dalam hal memastikan bahwa sistem dan kekayaan intelektual mereka sangat aman dari potensi ancaman.

Seiring dengan perkembangan teknologi, permintaan akan akuntabilitas dan transparansi akan semakin kuat. Platform yang bekerja tanpa lelah untuk melindungi data pengguna sambil mendorong inovasi kemungkinan besar akan berkembang pesat di lanskap ini. Sementara itu, perusahaan seperti Twitter harus belajar dari insiden ini dan menemukan keseimbangan yang menjamin kepercayaan pengguna sekaligus mempertahankan daya saing mereka.

Untuk perusahaan yang ingin mengembangkan aplikasi yang sangat skalabel dan aman dengan utang teknis minimal, pendekatan AppMaster, yang mencakup pembuatan aplikasi dari awal dengan setiap pembaruan, memberikan alternatif yang layak. Saat perdebatan seputar transparansi dan keamanan meningkat, alat seperti AppMaster dapat menjadi bagian penting dari ekosistem teknologi.

Easy to start
Create something amazing

Experiment with AppMaster with free plan.
When you will be ready you can choose the proper subscription.

Get Started
Kebocoran Kode Sumber Twitter Kejatuhan: Apakah Industri Teknologi Menghadapi Krisis Transparansi? | AppMaster