20 Apr 2025·6 menit membaca

SSO vs social login untuk aplikasi bisnis: kapan pakai masing-masing

SSO vs social login: pelajari kapan Okta atau Azure AD diperlukan, kapan Sign in with Google cukup, dan bagaimana menawarkan keduanya tanpa membuat akun ganda.

SSO vs social login untuk aplikasi bisnis: kapan pakai masing-masing

SSO vs social login dalam bahasa sederhana

Perbedaan SSO dan social login pada dasarnya tentang siapa yang memiliki identitas dan siapa yang mengontrol akses.

Enterprise SSO berarti aplikasi Anda mempercayai identity provider (IdP) perusahaan untuk melakukan sign-in pengguna. IdP itu dijalankan oleh pemberi kerja (misalnya Okta atau Azure AD / Microsoft Entra ID). Saat seseorang berganti peran, memerlukan multi-factor authentication (MFA), atau keluar dari perusahaan, IT mengubahnya sekali di IdP dan aplikasi Anda mengikutinya.

Social login (seperti “Sign in with Google”) berarti pengguna masuk dengan akun pribadi atau publik yang mereka pilih. Ini familiar dan cepat, tetapi biasanya tidak memberi pemberi kerja kontrol kuat atas akses.

Shortcut sederhana:

  • Enterprise SSO: “Perusahaan saya menyetujui dan mengelola akses saya.”
  • Social login: “Saya bisa masuk cepat dengan akun yang sudah saya punya.”

Siapa yang masuk itu penting. Workforce users adalah karyawan dan kontraktor yang menggunakan alat internal. Customer users adalah klien atau mitra yang menggunakan portal yang Anda sediakan. Banyak aplikasi bisnis memiliki keduanya, dan mereka jarang membutuhkan aturan sign-in yang sama.

Contoh: tim penjualan yang menggunakan CRM internal seringkali diwajibkan memakai Okta atau Azure AD agar IT bisa menegakkan MFA dan mencabut akses. Aplikasi pemesanan kecil yang berhadapan dengan pelanggan mungkin memulai dengan Sign in with Google.

Tulisan ini fokus pada aplikasi bisnis di mana kontrol akses, auditabilitas, dan offboarding penting.

Siapa yang akan masuk: karyawan, pelanggan, atau keduanya

Sebelum memilih antara SSO dan social login, jelaskan siapa yang akan memakai aplikasi. Produk yang sama bisa punya kebutuhan sign-in sangat berbeda tergantung apakah itu alat internal, portal pelanggan, atau keduanya.

Untuk aplikasi workforce (alat internal), pengguna biasanya karyawan, kontraktor, dan kadang mitra. Mereka sudah memiliki login perusahaan dan aturan keamanan untuk diikuti. Dalam praktiknya, IT mengharapkan untuk:

  • mengontrol akses secara terpusat
  • menghapus akses dengan cepat ketika seseorang keluar
  • menerapkan MFA dan aturan perangkat atau lokasi

Untuk B2B SaaS, setiap perusahaan pelanggan mungkin membawa IdP sendiri. Satu menggunakan Okta, yang lain menggunakan Azure AD, dan yang lebih kecil mungkin tidak memiliki SSO enterprise sama sekali. Alur sign-in Anda harus bekerja lintas perusahaan tanpa mencampur orang atau data.

Untuk aplikasi B2C dan portal pelanggan sederhana, kebanyakan pengguna tidak memiliki IdP kerja. Mereka menginginkan kecepatan dan kenyamanan, jadi social login atau sign-in lewat email sering menjadi default.

Setup campuran yang umum:

  • Admin dan staf internal menggunakan workforce SSO
  • Pengguna akhir pelanggan menggunakan social login atau email
  • IT admin pelanggan menambahkan SSO nanti saat akun tumbuh

Kapan enterprise SSO wajib

Beberapa tim bisa meluncur dengan social login lalu menambahkan SSO kemudian. Yang lain akan diblokir oleh IT dan kepatuhan kecuali mereka mendukung identitas enterprise sejak hari pertama.

Enterprise SSO wajib ketika bisnis membutuhkan login mengikuti kebijakan perusahaan, bukan preferensi pribadi.

Tanda-tanda Anda perlu enterprise SSO

Persyaratan ini muncul di kuesioner keamanan, standar IT internal, dan panggilan penjualan enterprise:

  • Bukti audit dan kepatuhan: log sign-in, review akses, dan kontrol yang jelas (umum untuk program SOC 2 atau ISO 27001).
  • Offboarding terpusat: menonaktifkan pengguna di IdP seharusnya memutus akses di mana pun dengan cepat.
  • MFA dan conditional access yang dikelola perusahaan: aturan seperti “minta MFA di luar jaringan tepercaya” atau “blokir sign-in berisiko.”
  • Akses berbasis grup: izin terikat pada grup di direktori (Finance, Support, Admin), bukan diberikan per pengguna.

Skenario klasik: sebuah pelanggan ingin menerapkan aplikasi Anda ke 800 karyawan. Mereka tidak akan membuat 800 akun terpisah dan tidak menerima “setiap pengguna menyiapkan MFA sendiri.” Mereka mengharapkan IT mengontrol akses di satu tempat dan dapat menjawab siapa yang punya akses, dan kapan.

Jika Anda membangun alat internal atau portal B2B, rencanakan enterprise SSO sejak awal agar review keamanan dan onboarding tidak menjadi penghambat di menit-menit terakhir.

Kapan “Sign in with Google” sudah cukup

Untuk banyak aplikasi bisnis, social login adalah titik awal yang tepat. Jika pengguna Anda adalah individu atau tim kecil tanpa departemen IT, mewajibkan Okta atau Azure AD sebelum mereka mencoba produk adalah cara cepat kehilangan mereka.

“Sign in with Google” sering cukup ketika risikonya rendah dan aplikasi tidak mengontrol sistem kritis. Pikirkan: portal pelanggan dasar, ruang kolaborasi ringan, atau alat internal di bisnis kecil di mana akses dikelola secara informal.

Keuntungan besar adalah kecepatan onboarding. Pengguna membuat akun dalam hitungan detik, lebih sedikit lupa kata sandi, dan Anda mendapat lebih sedikit tiket reset.

Bahkan dengan social login, Anda masih bisa meningkatkan keamanan di dalam aplikasi:

  • minta re-autentikasi untuk tindakan sensitif (tagihan, ekspor)
  • tingkatkan verifikasi di perangkat baru
  • terapkan timeout sesi untuk layar admin

Aturan praktis: jika pelanggan kebanyakan tim kecil dan data tidak terlalu sensitif, mulai dengan social login sekarang dan sisakan ruang untuk menambahkan enterprise SSO nanti.

Dasar Okta dan Azure AD yang perlu Anda tahu

Uji alur otentikasi cepat
Prototipe alur login, linking, dan recovery tanpa menulis kode backend boilerplate.
Build Now

Okta dan Azure AD (Microsoft Entra ID) adalah dua nama yang paling sering muncul di login enterprise. Mereka soal karyawan, kebijakan, dan kontrol IT, bukan sekadar memudahkan pendaftaran.

Okta umum di tim mid-market dan enterprise yang menginginkan manajemen lifecycle kuat: onboarding, offboarding, aturan grup, dan review akses.

Azure AD (Entra ID) muncul hampir di mana-mana saat Microsoft 365 menjadi standar. Banyak perusahaan sudah memiliki pengguna, grup, dan kebijakan keamanan di sana, jadi menambahkan aplikasi Anda sering ditangani sebagai “enterprise app” tambahan di konsol admin mereka.

SAML vs OIDC (perbedaan praktis)

SAML lebih tua dan banyak dipakai untuk SSO enterprise. Ia bergantung pada XML dan sertifikat dan bisa terasa administratif.

OIDC (berbasis OAuth 2.0) biasanya lebih mudah untuk aplikasi web dan mobile modern karena berbasis JSON dan bekerja rapi dengan API dan token.

Apa yang akan diminta pelanggan dari Anda

Saat tim IT menyiapkan SSO, mereka biasanya meminta beberapa detail spesifik:

  • SAML: ACS URL, Entity ID, sertifikat atau detail signing
  • OIDC: redirect URIs, client ID, dan kadang detail logout redirect
  • Claims (atribut): email, nama, info grup atau peran, dan user ID yang stabil
  • Tenant routing: domain yang diperbolehkan atau identifier tenant supaya koneksi yang tepat dipakai oleh perusahaan yang benar

Sebelum Anda menjanjikan pemetaan grup-ke-peran, pastikan Anda dapat memetakan klaim yang akan dikirim pelanggan secara andal.

Memilih model otentikasi: satu perusahaan atau banyak tenant

Sebelum memilih fitur, tentukan bentuk aplikasinya. Pertanyaan kunci adalah apakah Anda punya satu organisasi dengan satu IdP, atau banyak organisasi yang masing-masing membawa IdP mereka.

Jika Anda membangun aplikasi single-tenant internal (hanya perusahaan Anda yang menggunakannya), buat sederhana: satu koneksi IdP, satu set aturan akses, dan proses joiner/leaver yang jelas.

Jika Anda membangun aplikasi B2B multi-tenant, anggap setiap pelanggan akan ingin pengaturan berbeda. Itu biasanya berarti:

  • tiap tenant punya koneksi SSO dan pemetaan peran sendiri
  • pengguna diarahkan berdasarkan domain email atau memilih perusahaan mereka
  • email pribadi mungkin diizinkan atau diblokir per tenant
  • log audit dan kontrol admin dipisahkan per tenant

Anda juga perlu rencana untuk saat tenant menyalakan SSO setelah pengguna sudah ada. Pendekatan umum termasuk memaksa SSO, memberi jendela transisi singkat, atau menjaga sejumlah kecil akun non-SSO untuk kontraktor dan akses darurat.

Rencanakan juga untuk downtime IdP. Admin tenant membutuhkan cara aman untuk memulihkan akses, seperti akun admin break-glass atau kode pemulihan berbatas waktu dengan verifikasi kuat.

Cara mendukung keduanya tanpa membuat akun duplikat

Rancang model identitas Anda
Modelkan pengguna, tenant, dan identitas penyedia sejak awal supaya SSO dan social login bisa berdampingan.
Coba AppMaster

Mendukung enterprise SSO dan social login adalah hal umum. Itu menjadi rumit saat email diperlakukan sebagai “ID utama.” Pendekatan yang lebih bersih: satu record user, banyak identitas sign-in.

Model data yang mencegah duplikasi

Simpan pengguna terpisah dari metode login. Pola sederhana adalah record User plus record Identity untuk setiap penyedia.

Setiap Identity harus diidentifikasi unik oleh dua field:

  • nama penyedia (Google, Okta, Azure AD)
  • identifier subjek dari penyedia (sering sub)

Identifier subject itu stabil. Email tidak. Email berubah, bisa dipakai ulang, dan kadang dibagi (mis. support@). Perlakukan email sebagai atribut, bukan primary key.

Alur linking yang aman

Linking harus terjadi hanya dengan konfirmasi yang jelas:

  1. Pengguna masuk dengan metode B (misalnya Okta) dan Anda menerima provider + sub.
  2. Jika Identity itu ada, masukkan mereka.
  3. Jika belum ada, cari user yang cocok berdasarkan email terverifikasi, tapi jangan auto-merge.
  4. Minta pengguna mengonfirmasi linking, dan minta bukti (sudah masuk dengan metode A, re-auth segar, atau kode sekali pakai).
  5. Buat record Identity baru yang menunjuk ke User yang sama.

Tumbukan email adalah tempat lahirnya duplikat. Hanya link berdasarkan email ketika Anda yakin email itu terverifikasi dan pengguna jelas menyetujui linking.

Perangkap keamanan saat linking identitas

Cara tercepat memberi penyerang akun orang lain adalah auto-linking berdasarkan email.

Kegagalan umum: penyerang membuat akun social menggunakan email korban (atau lookalike), masuk dengan social login, lalu digabung ke akun korban karena aplikasi Anda menganggap email bukti kepemilikan.

Aturan lebih aman untuk linking

Perlakukan linking seperti perubahan akun sensitif:

  • link hanya ketika email dikonfirmasi oleh provider dan terverifikasi di aplikasi Anda
  • minta tantangan ekstra untuk linking (kode sekali pakai, persetujuan admin, atau linking dari sesi yang sudah masuk)
  • gunakan aturan domain dengan hati-hati (auto-linking hanya untuk domain perusahaan yang disetujui, bukan domain email gratis)
  • jangan biarkan perubahan email memicu linking tanpa verifikasi baru

Jangan lewati jejak audit

Perubahan identitas mudah terlewat dan sulit diselidiki kemudian. Catat event link dan unlink, koneksi SSO baru, percobaan gagal, dan pola tidak biasa (mis. first-time SSO login untuk peran berprivilege tinggi).

Jika Anda tidak bisa menjelaskan siapa yang meng-link apa, kapan, dan kenapa, alur linking belum siap.

Langkah demi langkah: implementasikan SSO + social login di aplikasi bisnis

Luncurkan sesuai kebutuhan Anda
Deploy aplikasi Anda ke penyedia cloud atau ekspor kode sumber saat Anda perlu kontrol lebih.
Deploy App

Mendukung enterprise SSO dan social login terutama masalah desain model data dan alur.

1) Rancang record user inti Anda

Putuskan apa yang membuat pengguna “orang yang sama” di dalam aplikasi Anda. Di sebagian besar aplikasi bisnis, pengguna berada di tenant (perusahaan/workspace) dan punya peran atau izin di sana.

Pertahankan field yang stabil: tenant/workspace ID, internal user ID, status (aktif/dinonaktifkan), dan peran. Perlakukan email sebagai info kontak.

2) Tambahkan peta identitas eksternal

Buat tempat terpisah untuk menyimpan login dari provider. Setiap record harus menyertakan provider (Okta, Azure AD, Google), unique user ID dari provider (subject), email yang terlihat saat login, dan cap waktu.

Pastikan ini dirancang end-to-end:

  • Login: temukan identity eksternal berdasarkan provider + subject, lalu muat user internal
  • First login: buat user (atau minta undangan) dan lampirkan identity eksternal baru
  • Link: hubungkan provider lain hanya setelah pemeriksaan ulang
  • Unlink: izinkan menghapus provider hanya jika masih ada metode sign-in lain yang tersisa
  • Recovery: tangani “kehilangan akses ke SSO” dengan fallback yang terkendali

4) Uji lintas tenant sebelum rollout

Uji dengan satu tenant Okta, satu tenant Azure AD, dan Google. Verifikasi bahwa:

  • email yang sama di dua perusahaan tidak bertabrakan
  • perubahan email di upstream tidak membuat akun kedua

5) Luncurkan dengan aman

Mulai pilot dengan satu tenant enterprise. Lalu buat kebijakan SSO-required bersifat spesifik-tenant, bukan global.

Kesalahan umum yang dilakukan tim

Buat portal multi-tenant
Buat portal yang peka-tenant di mana pengguna workforce dan pelanggan mengikuti aturan masuk yang berbeda.
Mulai Membangun

Kebanyakan masalah bukan tentang tombol di layar login. Mereka tentang aturan identitas di balik layar.

Menggunakan email sebagai user ID sering jadi kesalahan. Email berubah, alias dipakai ulang, dan beberapa provider tidak menjamin klaim email yang stabil. Gunakan internal user ID yang stabil dan simpan identifier provider sebagai kunci unik terpisah.

Offboarding adalah tempat lain yang membuat tim kesulitan. Jika seseorang dihapus dari Okta atau Azure AD, mereka tidak boleh tetap aktif di aplikasi Anda selamanya. Periksa kembali akses saat login dan punya cara jelas untuk menangguhkan user saat IdP mengatakan mereka tidak ada lagi.

Kesalahan lain yang sering muncul:

  • Menghubungkan akun antar perusahaan hanya karena email cocok, yang bisa mencampur tenant dan membocorkan data
  • Tidak ada rencana untuk downtime IdP atau konfigurasi buruk, sehingga pengguna terkunci saat outage
  • Menyalakan SSO dan menghapus semua jalur masuk lain tanpa jalur recovery admin yang aman
  • Membiarkan pengguna menghubungkan metode login ke workspace yang salah, lalu tak bisa memisahkannya nanti
  • Melewatkan log audit untuk sign-in dan perubahan identitas, membuat insiden sulit dijelaskan

Contoh: seorang kontraktor masuk dengan Google untuk bergabung ke workspace Klien A. Nanti, mereka bergabung ke Klien B yang mewajibkan Azure AD. Jika Anda auto-merge berdasarkan email, kontraktor bisa berakhir dengan akses di tenant yang salah. Minta linking eksplisit saat sedang masuk, dan batasi identitas ke tenant.

Daftar pemeriksaan cepat sebelum rilis

Kebanyakan masalah otentikasi muncul setelah hari pertama: kebijakan IT baru, seorang karyawan keluar, atau seseorang mencoba masuk dengan penyedia berbeda.

Sebelum peluncuran, pastikan:

  • Kontrol tenant: dapatkah admin mewajibkan SSO untuk perusahaan mereka dan menonaktifkan metode lain untuk tenant itu?
  • Provisioning dan peran: apakah Anda mendukung pembuatan saat first-login dan pemetaan peran (terutama dari grup)?
  • Perubahan identitas dan offboarding: jika email pengguna berubah atau mereka dinonaktifkan di IdP, apa yang terjadi di aplikasi Anda?
  • Bukti audit: apakah Anda merekam sign-in, kegagalan, dan event link/unlink dengan siapa yang memicu perubahan?
  • Pemulihan: jika SSO salah konfigurasi atau sementara down, apakah ada jalur break-glass yang aman tanpa mengundang pengambilalihan akun?

Perlakukan ini sebagai requirement produk, bukan detail otentikasi kecil.

Contoh realistis: menambahkan SSO setelah Anda sudah diluncurkan

Jangan gunakan email sebagai ID
Atur peran dan izin yang tetap stabil bahkan ketika email berubah.
Try It

Anda meluncurkan aplikasi B2B dengan social login karena cepat dan familiar. Enam bulan kemudian, pelanggan besar meminta akses harus melalui Azure AD.

Upgrade paling aman adalah menambahkan enterprise SSO tanpa memutus login yang sudah ada. Jaga “siapa pengguna itu” terpisah dari “cara mereka masuk.” Satu akun pengguna bisa punya banyak identitas terhubung (Google, Azure AD, email-password). Itu cara menghindari duplikat.

Migrasi sederhana yang menjaga orang tetap bekerja:

  • Tambahkan SSO sebagai opsi login baru, biarkan Google selama transisi.
  • Saat first Azure AD sign-in, cari akun yang ada berdasarkan email yang terverifikasi.
  • Jika cocok, link identitas Azure AD ke user itu.
  • Jika tidak cocok, minta undangan yang disetujui admin.

Setelah linking, pelanggan bisa menetapkan kebijakan tenant seperti “hanya SSO.” Pengguna tetap memiliki data dan izin yang sama. Hanya metode sign-in yang berubah.

Langkah berikutnya untuk aplikasi Anda

Mulailah dengan apa yang dibutuhkan pengguna pada hari pertama. Jika Anda hanya punya pelanggan individu, social sign-in bisa cukup. Jika Anda menjual ke perusahaan, rencanakan enterprise SSO meskipun Anda tidak menyalakannya untuk setiap pelanggan segera.

Tulis aturan identitas Anda sebelum membangun layar dan peran. Detailnya tidak harus sempurna, tapi harus konsisten.

Rencana sederhana yang bekerja untuk kebanyakan aplikasi bisnis:

  • pemetaan tipe pengguna (karyawan, pengguna pelanggan, admin, support, mitra)
  • putuskan per tenant apa yang ditawarkan (password, social, enterprise SSO, atau campuran)
  • definisikan aturan linking (kapan menggabungkan, kapan memblokir, kapan meminta)
  • definisikan perilaku offboarding (apa yang terjadi saat pengguna SSO dinonaktifkan)
  • definisikan recovery (bagaimana akses dipulihkan jika IdP berubah atau gagal)

Jika Anda membangun di platform no-code seperti AppMaster (appmaster.io), membantu memodelkan users, tenants, roles, dan tabel identitas terpisah sejak awal. Dengan struktur itu, menambahkan Okta atau Azure AD nanti biasanya menjadi kerja pemetaan dan konfigurasi, bukan redesain.

Pemeriksaan akhir: bisakah satu orang masuk dengan Google hari ini, lalu nanti bergabung ke tenant perusahaan dan memakai enterprise SSO, tanpa membuat akun kedua? Jika tidak, perbaiki linking sebelum Anda kirimkan.

FAQ

What’s the simplest difference between enterprise SSO and social login?

Enterprise SSO dikelola oleh identity provider perusahaan, jadi akses, aturan MFA, dan offboarding dikendalikan oleh IT di satu tempat. Social login dikelola oleh akun pribadi pengguna, yang cepat dan familiar tetapi memberi pemberi kerja kontrol yang jauh lebih sedikit.

How do I choose between SSO and “Sign in with Google” for a new app?

Pilih enterprise SSO ketika aplikasi ditujukan untuk karyawan atau kontraktor dan Anda butuh kontrol terpusat, offboarding cepat, serta MFA berbasis kebijakan. Pilih social login ketika pengguna kebanyakan individu atau tim kecil dan Anda ingin proses pendaftaran tercepat dengan sedikit tiket dukungan.

Why does it matter whether users are employees or customers?

Pengguna workforce adalah bagian dari direktori perusahaan, jadi perusahaan mengharapkan untuk mengelola akses dan aturan keamanan mereka lewat IdP. Pengguna pelanggan seringkali tidak memiliki IdP enterprise, jadi social login atau email sign-in biasanya titik awal yang lebih mulus.

What are the clearest signs enterprise SSO is a must-have?

Anda biasanya membutuhkan SSO ketika tim keamanan atau IT pelanggan menuntut bukti audit, offboarding terpusat, dan MFA atau conditional access yang dikelola perusahaan. Ini juga penting saat izin harus didorong oleh grup direktori daripada ditetapkan pengguna per pengguna.

What are Okta and Azure AD in this context?

Okta dan Azure AD (Microsoft Entra ID) adalah identity provider yang menangani autentikasi dan kebijakan akses untuk karyawan. Mereka umum dipakai untuk menerapkan MFA, mengelola joiner dan leaver, dan mengendalikan akses ke banyak aplikasi dari satu konsol admin.

Should I support SAML or OIDC for enterprise SSO?

OIDC biasanya lebih mudah untuk aplikasi web dan mobile modern karena bekerja rapi dengan token JSON dan API. SAML lebih tua dan masih umum di enterprise, tetapi cenderung lebih berat konfigurasi karena menggunakan XML dan sertifikat.

What changes when my app is multi-tenant B2B instead of single-tenant internal?

Siapkan pengaturan SSO terpisah per tenant, karena setiap pelanggan mungkin menggunakan IdP dan klaim berbeda untuk peran atau grup. Anda juga perlu routing pengguna yang jelas supaya orang masuk ke perusahaan yang tepat tanpa mencampur identitas atau data.

How do I support both SSO and social login without creating duplicate accounts?

Hindari memakai email sebagai primary key, karena email bisa berubah dan bertabrakan antar tenant. Gunakan satu record internal user dan simpan tiap metode login sebagai identitas eksternal terpisah yang dikunci oleh provider plus ID pengguna stabil dari provider (seringkali subject).

What’s the most dangerous mistake when linking SSO and social identities?

Kesalahan terbesar adalah auto-linking hanya karena email cocok, yang bisa memungkinkan seseorang mengambil alih akun lain. Linking harus meminta bukti jelas, seperti sudah dalam sesi yang masuk, re-auth segar, atau tantangan verifikasi satu kali.

What should I do if an IdP is down or SSO gets misconfigured?

Sediakan jalur pemulihan terkendali agar admin bisa mendapatkan kembali akses jika IdP salah konfigurasi atau sementara tidak tersedia. Pendekatan umum adalah metode admin “break-glass” yang dilindungi ketat dengan verifikasi kuat dan catatan audit jelas tentang kapan dipakai.

Mudah untuk memulai
Ciptakan sesuatu yang menakjubkan

Eksperimen dengan AppMaster dengan paket gratis.
Saat Anda siap, Anda dapat memilih langganan yang tepat.

Memulai