Aplikasi Pelacakan Lot dan Kadaluarsa untuk Produsen Makanan Kecil
Panduan pengaturan aplikasi pelacakan lot dan kadaluarsa untuk produsen makanan kecil: lacak lot dari penerimaan sampai penjualan, deteksi stok mendekati kadaluarsa, dan jalankan recall cepat.

Masalah apa yang diselesaikan aplikasi traceability
Saat Anda masih kecil, spreadsheet terasa cukup. Anda bisa men-scan beberapa baris, memfilter berdasarkan tanggal, dan mengatakan pada diri sendiri akan membersihkannya nanti. Itu berhenti bekerja saat Anda punya banyak bahan, banyak produk jadi, dan produksi yang menggunakan kembali input yang sama.
Spreadsheet kesulitan menghadapi kehidupan nyata. Satu lot bahan terbelah ke beberapa batch. Satu batch menjadi beberapa SKU atau ukuran kemasan. Ada retur. Label dicetak ulang. Seseorang menyalin baris dan lupa mengganti nomor lot. Saat muncul masalah, Anda tidak lagi berurusan dengan “input data.” Anda berurusan dengan riwayat yang hilang.
Pelacakan lot adalah kemampuan untuk menjawab dua pertanyaan dengan cepat dan yakin:
- Ke mana lot ini pergi? (Produk mana, pelanggan siapa, tanggal berapa)
- Apa yang masuk ke lot produk ini? (Lot bahan mana, batch mana, supplier siapa)
Aplikasi pelacakan lot dan kadaluarsa membuat jawaban itu menjadi rutinitas. Alih-alih berburu melalui catatan, Anda mencatat lot pada momen yang penting: penerimaan, produksi, pengepakan, dan penjualan. Setiap perpindahan meninggalkan jejak yang bisa Anda ikuti nanti.
Pelacakan kadaluarsa menyelesaikan masalah berbeda: kerugian yang tidak kentara. Tanpa pandangan jelas terhadap apa yang mendekati tanggal pakai, Anda akan membuang produk (kadaluarsa di rak) atau mengambil risiko lebih besar (menjual saat seharusnya tidak). Visibilitas near-expiry juga membantu rencana produksi: pakai bahan lebih tua dulu, sesuaikan pesanan pembelian, dan hindari pembelian berlebih.
“Recall berdasarkan nomor lot” harus terasa sederhana dalam praktik. Anda masukkan atau scan nomor lot dan melihat apa yang terkait: finished lot apa yang terbuat darinya, siapa yang menerima lot itu, apa yang masih ada (dan di mana), serta daftar pelanggan dan jumlah yang bersih untuk pemberitahuan dan pelacakan internal.
Untuk pembuat saus kecil, itu bisa berarti mendeteksi bahwa satu lot bubuk cabai dipakai di tiga batch pada dua SKU, lalu mengidentifikasi 18 karton yang masih di gudang dan enam pelanggan yang menerima kiriman minggu lalu.
Jika Anda membangun ini di alat seperti AppMaster, Anda bisa memodelkan lot, batch, dan tanggal kadaluarsa dengan pendekatan database-first, lalu menambahkan formulir penerimaan dan produksi sederhana sehingga informasi yang tepat tertangkap saat pekerjaan berlangsung.
Data dasar yang perlu Anda lacak untuk lot dan kadaluarsa
Sistem traceability hanya bekerja jika semua orang mencatat beberapa fakta yang sama dengan cara yang sama. Anda tidak butuh database besar untuk memulai, tetapi Anda butuh istilah yang jelas.
SKU adalah produk yang Anda jual (misalnya, “12 oz Strawberry Jam”). Lot adalah kelompok spesifik dari SKU itu yang dibuat atau diterima pada waktu yang sama dan dilacak bersama. Batch sering dipakai seperti “lot” di pabrik kecil, tapi juga bisa berarti satu kali pemasakan atau peristiwa produksi. Pilih satu istilah (lot atau batch) dan gunakan di mana-mana.
Saat penerimaan, tangkap set field minimum yang memungkinkan Anda menjawab: ini apa, datang dari mana, dan kapan kedaluwarsanya? Tampilan yang bagus tidak akan membantu jika data penerimaan tidak konsisten.
Catat field ini saat penerimaan:
- Nama supplier (dan nomor lot supplier, jika diberikan)
- Tanggal terima
- Nomor lot internal (yang akan Anda cari nanti)
- Tanggal kadaluarsa atau best-by
- Kuantitas dan satuan (karton, lbs, toples)
Tanggal kadaluarsa biasanya berasal dari label supplier. Untuk barang yang Anda produksi, tanggal itu berasal dari aturan masa simpan internal (misalnya, “14 hari setelah tanggal produksi”) atau periode best-by yang diuji. Saat Anda membuat lot selama produksi, simpan baik tanggal produksi maupun tanggal kadaluarsa yang dihitung agar aturannya tetap terlihat.
Saat produk bergerak, pegang satu ide sederhana: setiap transaksi harus mengatakan “lot X berubah sebanyak Y.” Pada tiap langkah (produksi, penyimpanan, pengiriman, penjualan), catat nomor lot, tanggal/waktu, lokasi (atau area penyimpanan), dan perubahan kuantitas.
Rework dan pencampuran lot adalah tempat tim sering tersesat. Perlakukan seperti resep: jika Anda menggabungkan Lot A dan Lot B menjadi run baru, buat lot baru (Lot C) dan catat “induk” Lot C (A dan B) beserta kuantitas yang digunakan. Dengan begitu, pencarian Lot A masih menunjukkan ke mana akhirnya.
Alat seperti AppMaster dapat memodelkan field-field ini dengan cepat menggunakan beberapa tabel dan formulir, sehingga tim Anda dapat memasukkan lot secara konsisten sejak hari pertama.
Alur lot sederhana dari penerimaan hingga penjualan
Aplikasi pelacakan lot dan kadaluarsa bekerja paling baik ketika proses Anda sederhana dan konsisten. Anggap itu sebagai “kisah lot” yang dimulai di dok dan berakhir saat produk meninggalkan tangan Anda. Jika Anda bisa mengikuti kisah itu di satu layar per langkah, recall dan keputusan stok jadi jauh lebih mudah.
Mulai dari penerimaan. Setiap pengiriman harus segera membuat catatan lot. Tangkap supplier, produk, nomor lot, tanggal kadaluarsa/best-by, kuantitas, dan tanggal diterima. Lalu cetak atau tulis label yang cocok dan tempelkan pada karton, tote, atau bin. Tujuannya agar nomor lot terlihat di mana pun inventaris berada.
Dalam produksi, Anda menghubungkan bahan dengan apa yang Anda buat. Jika Anda mengubah susu, starter, dan garam menjadi keju, run finished Anda menjadi lot sendiri. Lot finished itu harus “mengingat” lot bahan yang masuk ke dalamnya. Ini memungkinkan Anda menelusuri mundur (apa yang kita pakai?) dan maju (ke mana pergi?).
Penyimpanan adalah tempat traceability sering putus. Jaga praktis: satu nama lokasi per rak, kulkas, atau palet, plus ID bin sederhana jika perlu. Perbarui jumlah saat memindahkan stok. Anda tidak perlu akurasi real-time sempurna, tetapi Anda butuh lokasi terakhir yang jelas.
Penjualan dan pengiriman adalah tautan terakhir. Setiap pesanan harus mencatat lot finished yang dipilih, berapa unit, dan siapa penerimanya. Jika Anda menjual langsung dan tidak punya “pesanan,” gunakan log penjualan sederhana per pelanggan atau hari pasar.
Retur, limbah, dan rework perlu diperlakukan sebagai perpindahan nyata, bukan catatan samping. Barang retur masuk ke lokasi spesifik dengan lot yang sama. Limbah dicatat terhadap lot dengan alasan (kadaluarsa, rusak, hold QA). Rework menjadi finished lot baru yang terhubung ke lot inputnya.
Contoh: pembuat salsa kecil menerima tomat (Lot T-104), membuat Salsa Mild (Lot SM-220), menyimpannya di “Cooler A Shelf 2,” lalu mengirim 30 toples SM-220 ke toko lokal. Jika pelanggan menelpon kemudian, Anda bisa menemukan SM-220, melihat bahwa ia menggunakan T-104, dan memastikan pesanan mana saja yang menyertakannya.
Langkah demi langkah: siapkan alur kerja traceability dasar
Mulai kecil dan buat jalur sehari-hari menjadi jalur termudah. Aplikasi pelacakan lot dan kadaluarsa hanya bekerja ketika penerimaan, produksi, dan pengiriman memakan waktu detik, bukan menit.
1) Siapkan yang esensial dulu
Tuliskan apa yang benar-benar Anda tangani, bukan apa yang disebut sistem akuntansi Anda. Jaga nama tetap konsisten agar item yang sama tidak dimasukkan tiga cara berbeda.
Anda butuh tiga daftar sederhana:
- Produk yang Anda jual (SKU, ukuran kemasan, aturan masa simpan jika bervariasi)
- Bahan dan kemasan yang Anda terima (supplier, satuan biasa, flag alergen jika relevan)
- Lokasi penyimpanan (ruang, cooler, freezer, rak atau bin)
Di AppMaster, ini terpeta dengan rapi ke beberapa tabel di Data Designer. Tambah field nanti, tetapi mulai dengan minimum yang tim Anda gunakan setiap hari.
2) Pilih format ID lot yang tim Anda benar-benar akan ikuti
Format lot terbaik adalah yang orang bisa buat dengan benar di bawah tekanan. Banyak produsen kecil menggunakan tanggal ditambah kode run singkat (mis. 2026-01-25-A). Jika Anda juga perlu menyimpan nomor lot supplier, simpan itu di field terpisah agar tidak hilang.
Kemudian buat tiga layar sederhana yang mencerminkan pekerjaan nyata:
- Penerimaan: bahan, nomor lot supplier, lot internal, kadaluarsa/best-by, kuantitas, lokasi
- Produksi: lot finished dan lot bahan yang digunakan (dengan kuantitas)
- Pengiriman/Penjualan: lot finished, kuantitas keluar, pelanggan atau saluran, tanggal
Jadikan pencarian cepat sebagai default. Jika Anda punya barcode, scan. Jika tidak, gunakan field “cari lot” besar dan format lot singkat agar entri manual bisa diandalkan.
3) Uji dengan satu garis produk sebelum rollout
Pilot dengan satu produk yang bergerak cepat. Jangan mencoba menyempurnakan semuanya sekaligus.
Uji berguna: terima satu pengiriman bahan, buat satu batch, kirim beberapa unit, lalu coba telusuri mundur dan maju.
Checklist pilot:
- Bisakah siapa saja membuat lot yang benar dalam waktu kurang dari 10 detik?
- Bisakah Anda menemukan semua unit yang dikirim dari satu nomor finished lot?
- Bisakah Anda melihat lot bahan mana yang masuk ke finished lot itu?
- Apakah tanggal kadaluarsa tampil jelas saat penerimaan dan pengambilan?
- Apakah lokasi cukup akurat untuk menemukan item tanpa menebak?
Jika suatu langkah terasa lambat, sederhanakan layar, kurangi field wajib, atau tambahkan pemindaian. Kecepatan adalah yang membuat traceability konsisten.
Cara menandai inventory near-expiry tanpa kebisingan
Peringatan near-expiry hanya membantu bila menunjuk ke keputusan yang bisa Anda lakukan hari ini. Tujuannya menangkap produk cukup awal untuk bertindak, tanpa dibanjiri notifikasi untuk barang yang sudah tidak ada.
Mulai dengan mendefinisikan beberapa jendela “near-expiry” kecil yang sesuai operasi Anda. Banyak produsen kecil memakai 14 hari untuk tindakan mendesak, 30 hari untuk perencanaan, dan 60 hari untuk visibilitas awal (terutama untuk SKU yang bergerak lambat). Pertahankan konsistensi di awal, lalu sesuaikan untuk kasus khusus seperti barang masa simpan pendek.
Tentukan di mana peringatan harus muncul. Lencana dashboard bagus untuk pemindaian cepat. Daftar harian lebih baik jika satu orang bertanggung jawab atas inventaris setiap pagi. Email atau SMS bisa membantu untuk jendela mendesak, tetapi buat pesan tetap jarang agar tidak diabaikan.
Cara terbaik menghindari kelelahan notifikasi adalah memberi peringatan hanya saat ada stok di tangan. Jika sebuah lot mendekati kadaluarsa tapi kuantitasnya nol, itu tidak boleh muncul. Artinya aturan perlu memeriksa tanggal dan saldo saat ini.
Saat sesuatu ditandai, buat langkah selanjutnya jelas. Kebanyakan tim memilih beberapa tindakan singkat: ambil yang tertua dulu, pindah ke kanal promo, karantina untuk pengecekan kualitas, buang dengan alasan tercatat, atau rework/kembalikan jika proses memungkinkan.
Contoh praktis: Anda meninjau yogurt setiap Senin. Lot yang kedaluwarsa dalam 14 hari masuk ke “ambil dulu” dan mendapat dorongan penjualan. Lot yang kedaluwarsa dalam 7 hari dikarantina untuk pemeriksaan cepat dan kemudian dijual segera atau dibuang dengan alasan tercatat.
Rutinitas sederhana menjaga kebersihan ini: satu orang menjalankan tampilan near-expiry, mengonfirmasi jumlah, mengambil tindakan, dan menghapus flag kadaluarsa yang sudah tidak relevan. Jika Anda membangun alur ini di AppMaster, biarkan aturan terlihat (jendela, pemeriksaan stok, tindakan) agar seluruh tim mengikuti playbook yang sama.
Merancang recall cepat berdasarkan nomor lot
Recall jadi lebih mudah ketika sistem dapat menjawab satu pertanyaan dalam hitungan detik: ke mana lot ini pergi, dan apa yang menggunakannya? Jika itu jelas, Anda bisa bertindak cepat dan mendokumentasikan apa yang terjadi.
Ada dua jalur untuk dukungan:
- Jejak maju: “Siapa yang menerima lot ini?”
- Jejak mundur: “Dari mana lot ini berasal, dan apa lagi yang terhubung padanya?”
Dalam praktiknya, Anda sering butuh keduanya. Lot bumbu bisa masuk ke tiga batch, dan batch itu mungkin dikirim ke sepuluh pelanggan. Sistem yang baik menunjukkan rantai itu tanpa perlu mencari.
Apa yang harus ditampilkan pada tampilan recall
Saat seseorang mengetik atau memindai nomor lot, layar recall harus menampilkan fakta yang diperlukan untuk mengambil keputusan dan mengirim pemberitahuan:
- Detail produk dan lot (nama item, nomor lot, kadaluarsa, status seperti Released atau On hold)
- Ke mana pergi (pelanggan, pesanan, tanggal kirim, kuantitas yang dikirim)
- Apa yang disentuhnya (batch, work order, repack, finished goods lot)
- Apa yang masih Anda miliki (stok tersedia per lokasi, dialokasikan, dikembalikan)
- Bukti (siapa yang memasukkan perubahan dan kapan)
Detail kecil penting di sini. Jika Anda mengirim sebagian kasus atau membagi lot, catat kuantitas dengan satuan yang sama saat Anda kirim (karton, kantong, toples) dan jaga konversi tetap konsisten. Jika Anda membuka karung 20 kg menjadi kemasan 1 kg, perlakukan itu sebagai langkah repack: konsumsi lot sumber dan buat lot anak baru. Dengan begitu, recall bisa mengikuti jejak melalui pembagian alih-alih berhenti pada “karung dibuka.”
Dokumentasikan tindakan yang diambil, bukan hanya temuan
Recall bukan hanya soal menelusuri. Ini juga soal mendokumentasikan apa yang Anda lakukan.
Catat tindakan saat terjadi: meletakkan inventaris on hold, menghentikan produksi, memberi tahu pelanggan, menerima retur, dan pembuangan akhir. Log tindakan singkat yang dipasang pada lot bisa mencakup tanggal, orang, tindakan, kuantitas yang terdampak, dan catatan (mis. “Pelanggan mengonfirmasi karantina”).
Jika Anda membangun alur ini di AppMaster, perlakukan tampilan recall sebagai workspace bersama: hasil trace di atas, tindakan di bawah, dan status jelas yang menunjukkan apakah lot sedang diproses atau ditutup.
Laporan dan catatan yang memudahkan traceability
Aplikasi traceability lot dan kadaluarsa hanya membantu saat recall jika catatan Anda mudah dipercaya. Tujuannya bukan menambah pekerjaan administrasi. Tujuannya adalah lebih sedikit pertanyaan ketika ada masalah.
Laporan yang akan benar-benar Anda pakai
Kebanyakan tim makanan kecil dapat menjalankan traceability dengan serangkaian laporan singkat yang bisa diulang:
- Stok tersedia per lot (termasuk lokasi dan tanggal kadaluarsa)
- Daftar near-expiry (diurutkan berdasarkan tanggal kadaluarsa terdekat)
- Riwayat lot (semua yang terjadi pada satu lot dari penerimaan hingga penjualan)
- Pengiriman atau penjualan berdasarkan lot (apa yang keluar, kapan, dan ke siapa)
- Laporan penyesuaian (apa yang mengubah jumlah dan kenapa)
Ritme praktis: periksa daftar near-expiry setiap hari dan stok tersedia per lot setiap minggu. Riwayat lot adalah yang Anda tarik saat pelanggan menelpon atau supplier memberi tahu ada isu.
Catatan ramah-audit tanpa kerepotan
Anda tidak perlu sistem kepatuhan rumit agar ramah audit. Anda hanya butuh log aktivitas dasar: siapa yang menerima lot, siapa yang memindahkannya, siapa yang mengubah jumlah, dan kapan. Bahkan field alasan singkat pada penyesuaian (kasus rusak, relabel, sampel digunakan, perbaikan entri data) mencegah tebakan kemudian.
Akurasi inventaris adalah setengah lainnya. Lakukan cycle counts cepat berfokus pada risiko: item bernilai tinggi, fast movers, atau lot yang mendekati kadaluarsa. Jika Anda punya beberapa tempat penyimpanan, hitung per lokasi dan per lot agar menangkap kesalahan seperti “produk sama, lot berbeda” di rak yang salah.
Labeling membuat data bisa dipakai di lantai. Targetkan label yang bisa dibaca orang lelah dari jarak lengan. Minimal, sertakan nomor lot dan tanggal kadaluarsa dalam teks besar, nama produk atau SKU (untuk menghindari kesamaan), dan ukuran unit (karton, pouch, toples) jika Anda menyimpan unit campuran. Jika Anda memakai beberapa area penyimpanan, tambahkan kode lokasi sederhana.
Jika Anda membangun ini di AppMaster, jaga layar sederhana: satu formulir penerimaan, satu formulir pemindahan, satu formulir penyesuaian, dan beberapa laporan ini. Semakin mudah melakukan hal yang benar, semakin andal traceability Anda.
Contoh: dari penerimaan hingga recall dalam satu sore
Seorang pembuat salsa kecil menerima dua pengiriman bahan di pagi yang sama. Satu adalah tomat cincang, Lot T-041, kadaluarsa 30 Mei. Satu lagi adalah jalapeno, Lot J-112, kadaluarsa 20 Juni. Saat penerimaan, mereka mencatat supplier, nomor lot, tanggal kadaluarsa, kuantitas, dan di mana setiap pallet disimpan.
Setelah makan siang, mereka membuat batch finished, Finished Lot S-2304, sebanyak 120 toples. Dalam catatan produksi, mereka menghubungkan S-2304 dengan kedua lot bahan (T-041 dan J-112) dan mencatat tanggal run serta operator/line. Ini langkah yang sering dilewatkan tim kecil, tapi ini yang menjaga rantai tetap utuh.
Nanti hari itu, satu pesanan retailer dikirim: 24 toples dari Finished Lot S-2304. Nota pengiriman mencatat pelanggan, tanggal, dan lot finished yang dikirim.
Jam 15:00, email datang dari supplier tomat: Lot bahan T-041 mungkin terkontaminasi dan harus ditahan. Karena produsen memiliki aplikasi pelacakan lot dan kadaluarsa, mereka mencari T-041 dan langsung melihat setiap finished lot yang menggunakannya. Hasil menunjukkan hanya Finished Lot S-2304 yang terdampak.
Mereka membuat daftar tindakan sederhana:
- Letakkan sisa inventori S-2304 on hold (berdasarkan lokasi dan kuantitas)
- Identifikasi setiap pengiriman yang menyertakan S-2304 (pelanggan dan unit)
- Buat daftar panggilan/email untuk pelanggan tersebut
- Cetak pick list gudang untuk mengisolasi stok secara fisik
- Simpan laporan sebagai catatan recall dengan cap waktu
Dalam satu jam, tim mengarantina sisa toples, memberi tahu retailer yang menerima S-2304, dan mendokumentasikan kejadian. Kuncinya adalah aplikasi tidak hanya menyimpan nomor lot. Ia menghubungkan penerimaan, produksi, inventaris, dan penjualan sehingga satu pencarian menjawab: “Ke mana lot ini pergi, dan apa yang masih kami miliki?”
Kesalahan umum yang membuat recall lambat dan stres
Recall menjadi berantakan saat Anda mencoba menjawab pertanyaan dasar (ke mana lot ini pergi?) dengan data parsial atau goyah. Aplikasi pelacakan lot dan kadaluarsa hanya membantu jika data ditangkap pada momen tepat saat inventaris berpindah tangan.
Kesalahan paling mahal adalah melewatkan pencatatan lot saat penerimaan dan berpikir akan menambahkannya nanti. Nanti biasanya berarti setelah produk bergerak, direpack, atau terjual, sehingga Anda berakhir menebak dari faktur dan ingatan.
Perangkap umum lain adalah mencampur lot dalam penyimpanan tanpa melacak pembagiannya. Ini terjadi saat Anda mengisi ulang bin, menggabungkan kasus parsial, atau merework produk menjadi SKU baru. Jika Anda tidak dapat mengatakan unit keluar berasal dari lot masuk mana, cakupan recall membesar cepat.
Inkonstistensi kecil juga menumpuk. Jika ID lot diketik bebas, duplikat dan salah ketik muncul, dan orang diam-diam mengubah format seiring waktu. Itu merusak pencarian dan membuat laporan tak dapat diandalkan.
Data kadaluarsa sering menjadi kegagalan diam-diam. Tanggal yang hilang, format tanggal yang salah, atau bingung antara “best before” dan “use by” menimbulkan kepercayaan palsu. Lalu peringatan entah tidak muncul atau muncul terlalu sering sehingga orang mengabaikannya.
Polanya yang paling sering mengubah pemeriksaan 20 menit menjadi pengerjaan seharian adalah:
- Lot tidak dicatat saat penerimaan
- Lot digabung atau dibagi tanpa langkah konversi tercatat
- Penamaan lot berubah antar orang, supplier, atau hari
- Tanggal kadaluarsa hilang atau dimasukkan tidak konsisten
- Tidak ada pemilik jelas untuk meninjau peringatan, mengarantina produk, dan mencatat tindakan
Contoh cepat: produsen menemukan pemberitahuan supplier tentang Lot A17. Jika A17 dimasukkan sebagai “A-17” pada satu pengiriman, dicampur ke bin freezer bersama, dan kemudian dipakai di dua batch tanpa mencatat pemisahan, Anda akan menarik recall untuk semua yang dibuat minggu itu.
Jika Anda membangun ini di alat tanpa kode seperti AppMaster, buat aturan ketat tapi sederhana: wajibkan lot dan kadaluarsa saat penerimaan, tegakkan format lot konsisten, dan tunjuk satu orang untuk menutup loop pada peringatan dan tindakan recall.
Checklist cepat dan langkah praktis selanjutnya
Jika proses Anda bekerja, Anda seharusnya bisa menjawab pertanyaan traceability dasar dengan cepat, bahkan saat hari sibuk. Pemeriksaan cepat ini adalah uji tekanan yang baik sebelum Anda mengandalkan sistem.
Pemeriksaan traceability 2-menit
Jalankan ini dengan nomor lot nyata dan ukur waktu Anda:
- Bisakah Anda menemukan setiap pelanggan dan pesanan yang menerima satu finished-goods lot tertentu dalam waktu kurang dari 2 menit?
- Bisakah Anda melist semua inventori yang kadaluarsa dalam 30 hari ke depan, dengan lokasi dan kuantitas?
- Bisakah Anda menelusuri satu finished lot kembali ke setiap lot bahan yang dipakai (dan supplier untuk tiap lot bahan)?
- Bisakah Anda menjelaskan setiap celah (scan hilang, label hilang, tukar manual) tanpa menebak?
- Bisakah orang lain di tim Anda melakukan langkah yang sama tanpa Anda di ruangan?
Jika ada jawaban "tidak dapat diandalkan", jangan tambahkan fitur lagi. Perbaiki dasar: pencatatan lot konsisten saat penerimaan, label jelas, dan satu tempat untuk mencatat penyesuaian.
Langkah praktis selanjutnya
Mulai kecil agar Anda bisa belajar cepat tanpa melambatkan produksi:
- Pilot dengan satu produk dan satu area penyimpanan selama 2 minggu.
- Latih tim pada satu aturan: “Tanpa lot, tidak boleh pindah.” Penerimaan, picking, repacking, dan pengiriman semua mencatat lot.
- Putuskan apa arti “near-expiry” bagi Anda (mis. 30 hari) dan siapa yang memegang tanggung jawab peringatan.
- Latih mock recall sekali sebulan: pilih satu lot, buat daftar pelanggan, dan dokumentasikan langkah yang Anda ambil.
Jika Anda ingin alat yang disesuaikan daripada memaksa spreadsheet berperilaku seperti software, AppMaster (appmaster.io) adalah salah satu pilihan untuk membangun aplikasi traceability tanpa kode dengan model data yang Anda butuhkan (produk, lot, lokasi, pesanan) dan layar web/mobile sederhana yang tim Anda bisa gunakan di lantai.
FAQ
Aplikasi traceability menyimpan riwayat terhubung untuk lot di penerimaan, produksi, penyimpanan, dan penjualan. Daripada mencari-cari di spreadsheet, Anda cukup mencari nomor lot untuk melihat apa yang terjadi padanya, ke mana pergi, dan apa yang masih tersedia.
Minimal, tangkap nama supplier, nomor lot supplier (jika ada), tanggal terima, ID lot internal Anda, tanggal kadaluarsa atau best-by, kuantitas dengan satuan, dan lokasi penyimpanan pertama. Jika field ini konsisten, pelacakan maju dan mundur jadi jauh lebih mudah.
Pilih satu istilah untuk penggunaan sehari-hari dan konsistenlah. Banyak tim kecil menggunakan "lot" sebagai unit yang dapat dicari saat recall, sementara "batch" bisa berarti peristiwa produksi; yang penting adalah semua orang mencatat perpindahan menggunakan label dan aturan yang sama.
Gunakan format singkat yang bisa dibuat orang dalam kondisi sibuk, seringnya tanggal ditambah kode run singkat. Simpan nomor lot supplier di field terpisah agar tidak hilang, dan hindari format yang mudah salah ketik atau berubah tergantung orang yang bekerja.
Buat lot jadi satu lot jadi baru dan catat lot-input sebagai “induk” dengan kuantitas yang dipakai. Ini menjaga rantai sehingga pencarian pada lot bahan masih menunjukkan semua finished lot dan pengiriman yang menyertainya.
Anggap repacking sebagai langkah konversi nyata: kurangi kuantitas dari lot sumber dan buat satu atau lebih lot anak untuk kemasan yang Anda buat. Dengan begitu, recall dapat melacak melalui pembagian, bukan berhenti pada "kantong dibuka."
Sederhanakan lokasi: nama cooler/ruangan plus rak atau bin, dan catat lokasi terakhir saat stok berpindah. Anda tidak perlu akurasi real-time sempurna, tetapi harus cukup akurat agar orang bisa menemukan lot tanpa menebak.
Mulai dengan beberapa jendela waktu yang bisa Anda tindaklanjuti, misalnya 14 hari untuk tindakan mendesak dan 30 hari untuk perencanaan. Hanya tandai lot yang masih punya stok, agar peringatan tidak berubah jadi kebisingan yang diabaikan.
Tampilan recall yang baik menunjukkan ke mana lot pergi (pelanggan, tanggal, kuantitas), apa yang disentuhnya (batch terkait, repack, finished lot), apa yang masih Anda miliki (stok tersedia per lokasi), dan siapa yang mengubah apa serta kapan. Harus ada juga cara untuk mencatat tindakan seperti hold, notifikasi, pengembalian, dan pembuangan sehingga rekamannya lengkap.
Bangun pilot kecil yang sesuai pekerjaan nyata: formulir penerimaan, hubungan produksi antara lot bahan dan finished lot, serta catatan pengiriman atau penjualan yang mencatat lot finished yang dikirim. Dengan AppMaster (appmaster.io), Anda dapat memodelkan tabel terlebih dahulu lalu menambahkan layar web/mobile sederhana agar penangkapan lot dilakukan saat pekerjaan berlangsung, bukan nanti.


