Katalog lokasi bin gudang: daftar pengambilan mobile yang menghemat waktu
Bangun katalog lokasi bin gudang dan buat daftar pengambilan mobile yang diurutkan berdasarkan zona dan bin untuk mengurangi jalan, mengurangi miss, dan mempercepat pemenuhan.

Mengapa picking melambat saat lokasi bin berantakan
Picking tetap cepat ketika setiap item punya "rumah" yang jelas dan semua orang mempercayai lokasinya. Kecepatan menurun begitu lokasi menjadi samar, kadaluwarsa, atau tersebar di tiga tempat (spreadsheet, buku catatan, dan "tribal knowledge"). Lalu setiap pengambilan berubah menjadi pencarian kecil.
Anda bisa melihat kehilangan waktu di lantai. Seorang picker berjalan ke lorong yang benar, tetapi label bin tidak jelas, jadi mereka memindai rak di sekitar. Mereka menemukan SKU di tempat lain, mencatatnya di kertas, dan melanjutkan. Nanti, pesanan lain mengirim mereka kembali ke lorong semula karena sistem masih berpikir barang ada di sana.
Lokasi berantakan biasanya menciptakan masalah yang sama:
- Berbalik arah ketika urutan pick list tidak sesuai cara orang berjalan.
- Baris terlewat karena picker tidak bisa mengonfirmasi bin.
- Catatan kertas seperti "dipindah ke A3" yang tidak pernah masuk ke sistem.
- Pemeriksaan ekstra (tanya lead, cari riwayat) hanya untuk memastikan di mana stok berada.
Pemenuhan yang lebih cepat bukan soal tergesa-gesa. Ini soal menghilangkan gerakan yang sia-sia dan kesalahan yang bisa dicegah: lebih sedikit langkah, lebih sedikit pencarian, lebih sedikit pengambilan sebagian, dan lebih sedikit re-pick setelah kesalahan pengemasan.
Perbaikannya sederhana: satu sumber kebenaran untuk lokasi, plus pick list yang mengikuti tata letak gudang alih-alih urutan yang dikeluarkan sistem penjualan. Sebuah katalog lokasi bin gudang harus menjawab satu pertanyaan secara instan: "Ke mana saya pergi untuk mengambil SKU ini sekarang?"
Bayangkan gelombang kecil pagi hari: 18 baris dari 6 pesanan. Dua SKU dipindah dari A-02 ke C-14, dan hanya satu orang yang tahu. Setiap picker kehilangan waktu mencari, dan shift berikutnya mengulangi. Update katalog sekali, urutkan pick list mobile berdasarkan lorong dan bin, dan pekerjaan menjadi dapat diprediksi.
Bin, lorong, dan SKU: model sederhana untuk memulai
Picking jadi lebih cepat ketika semua orang memakai "peta" bangunan yang sama. Anda tidak butuh peta sempurna di hari pertama, tetapi Anda butuh definisi yang jelas dan dibagi bersama.
Gunakan kata-kata sederhana yang tim Anda sudah gunakan:
- Zone: area besar, seperti "Cold storage" atau "Bulk".
- Aisle: jalur tempat Anda berjalan.
- Shelf (atau bay/section): segmen vertikal atau bernomor di dalam lorong.
- Bin: titik terkecil yang bisa di-pick tempat sebuah item benar-benar berada.
Pikirkan bin sebagai alamat yang ingin Anda cetak pada label dan tampilkan di telepon. Jika Anda membangun katalog lokasi bin gudang, bin adalah unit yang paling penting karena itulah yang discan dan dikonfirmasi oleh picker.
Di sisi item, sebuah SKU adalah unit jual yang Anda hitung, ambil, dan kirim (misalnya: "Black T-shirt, Medium"). Satu SKU bisa punya banyak lokasi di dunia nyata: primary pick bin, overflow, lokasi case-pick, atau area karantina.
Itu perilaku gudang yang normal. Overflow muncul setelah penerimaan besar. Item musiman pindah lebih dekat ke packing. Retur masuk ke area "to be checked". Fast mover dipindah ulang. Rencanakan realitas itu tanpa membuat versi pertama terlalu rumit.
Aturan awal yang sederhana bekerja baik: beri setiap SKU satu primary pick bin, dan izinkan lokasi sekunder opsional dengan status jelas seperti "Overflow" atau "Returns hold". Tambah aturan hanya setelah tim mempercayai dasar-dasarnya dan data tetap bersih.
Desain data: apa yang disimpan di katalog bin dan SKU
Katalog lokasi bin hanya bekerja jika model datanya sederhana. Anda ingin struktur yang cukup untuk menjaga lokasi akurat dan pick list dapat diprediksi, tanpa membuat setiap update jadi proyek.
Sebagian besar tim bisa mulai dengan empat record inti yang mencerminkan bagaimana lantai bekerja: Products (SKUs), Locations (bins), Inventory (berapa banyak di mana), dan Pick Tasks (apa yang harus diambil seseorang sekarang).
Empat record yang Anda butuhkan
Fokus pada field yang memengaruhi kecepatan picking dan mengurangi kebingungan.
Products (SKUs) harus mencakup identifikasi dan penanganan dasar: kode SKU, nama, barcode/UPC, unit ukuran, status aktif/nonaktif, dan kuantitas pick default bila sering mengambil dalam pack standar.
Locations (bins) harus menangkap cara orang bernavigasi: zone, aisle, kode bin, pick sequence (nomor untuk pengurutan), dan status seperti active, blocked, empty, atau quarantine.
Inventory adalah pemeriksaan realitas: SKU, lokasi, kuantitas on-hand, kuantitas reserved, tanggal terakhir dihitung, dan status hitung (ok, perlu recount).
Pick Tasks mengikat pekerjaan ke orang dan tempat: order atau wave ID, SKU, kuantitas yang dibutuhkan, picker yang ditugaskan, status tugas (open, in progress, picked, exception), dan lokasi pick yang dipilih.
Banyak bin per SKU (primary vs secondary)
Banyak SKU berada di lebih dari satu tempat (forward pick plus overstock). Tangani ini dengan satu aturan jelas: pertahankan satu lokasi primary per SKU, dan ijinkan lokasi sekunder dengan prioritas.
Pengaturan praktis adalah pemetaan SKU-Lokasi terpisah dengan: priority (1, 2, 3), opsi min/max level untuk forward bin, dan flag replenishment. Ketika primary bin hampir habis, pick task dapat berpindah ke prioritas berikutnya.
Bangun auditing sejak hari pertama. Catat siapa yang mengubah lokasi SKU, apa yang berubah, dan kapan. Satu edit salah bisa melambatkan picking selama berhari-hari, jadi perubahan harus dapat ditelusuri dan mudah ditinjau.
Penamaan lokasi yang konsisten (dan mudah dipindai)
Label bin hanya membantu bila semua orang membacanya dengan cara yang sama, dan sistem menyimpannya dengan cara yang sama. Tujuannya adalah nama yang pas di layar ponsel kecil, tercetak rapi di label, dan tersusun dengan benar.
Pendekatan sederhana yang tahan lama adalah pola tetap dengan panjang bagian tetap, sehingga A2 dan A10 tidak mengurut secara aneh. Pola umum adalah Zone-Aisle-Bay-Level-Bin, di mana setiap bagian punya tugas:
- Zone: Z01 (area bangunan atau zona temperatur)
- Aisle: A03 (lorong utama)
- Bay: B12 (seksinya di sepanjang lorong)
- Level: L02 (tingkat vertikal atau rak)
- Bin: S05 (slot atau posisi bin)
Itu menghasilkan ID seperti Z01-A03-B12-L02-S05. Bahkan kalau Anda tidak memakai semua bagian hari ini, menjaga slot memudahkan ekspansi nanti.
Rencanakan pengecualian sejak dini, tapi simpan dalam struktur yang sama supaya terlihat jelas dan bisa diurutkan. Contoh: palet bulk (Z01-BULK-P01), kandang (Z02-CAGE-07), retur (Z01-RTN-01), atau QA hold (Z01-QA-01).
Konsistensi biasanya rusak karena duplikat dan salah ketik. Tambahkan validasi agar lokasi buruk tidak bisa disimpan. Jadikan ketat di ID yang disimpan, dan opsional di display name terpisah.
Guardrail validasi yang cepat memberi hasil:
- Wajib huruf besar dan satu gaya pemisah (misalnya, hanya hyphen).
- Terapkan format bagian (mis.
Z\d\d,A\d\d, dll.). - Blokir duplikat (unique location ID).
- Hindari karakter label ambigu (O vs 0, I vs 1).
Saat nama lokasi dapat diprediksi, scanning lebih cepat, training lebih mudah, dan pengurutan pick list tetap andal.
Dari pesanan ke pick list: bagaimana alurnya harus bekerja
Pick list harus berasal dari rantai sederhana: pesanan menjadi order lines, dan order lines menjadi pick tasks. Ketika rantai itu konsisten, katalog bin berhenti menjadi "data yang Anda pelihara" dan mulai menghemat waktu berjalan secara nyata.
Alur yang bekerja di sebagian besar gudang:
- Impor atau buat pesanan (dari toko Anda, ERP, atau entri manual).
- Kembangkan menjadi order lines (SKU, kuantitas, dan catatan seperti lot atau serial jika perlu).
- Resolusi setiap baris ke lokasi pick (bin tepat yang harus dikunjungi).
- Buat pick tasks (satu tugas per pasangan SKU-lokasi, dengan kuantitas target).
- Kelompokkan tugas menjadi pick list (berdasarkan cara Anda ingin orang mengambil).
Memilih lokasi yang tepat per SKU sering kali membuat tim kehilangan waktu. Aturan praktis yang sederhana:
- Ambil dari primary location jika ada on-hand cukup.
- Jika tidak, bagi tugas antar lokasi.
- Jika beberapa bin valid, pilih yang terdekat berdasarkan aturan tata letak Anda (atau urutan lorong sederhana).
- Kecualikan bin yang tidak boleh di-pick: quarantine, damaged, blocked, atau bin yang dicadangkan untuk replenishment.
Pengurutan harus sesuai cara orang berjalan. Default andal adalah zone, lalu aisle, lalu bin, dengan nama item sebagai tie-breaker.
Batching adalah keputusan akhir. Single-order picks cocok untuk pesanan mendesak. Wave picks cocok untuk run terjadwal. Cluster picking cocok ketika satu picker bisa mengambil item untuk beberapa pesanan kecil dalam satu perjalanan tanpa kebingungan.
Logika pengurutan yang mengurangi berjalan tanpa membuatnya rumit
Tujuannya bukan rute yang sempurna. Itu adalah urutan pick yang masuk akal bagi manusia dan memangkas pemborosan terbesar: berjalan bolak-balik.
Kebanyakan gudang mendapatkan peningkatan besar dari pengurutan sederhana seperti zone, lalu aisle, lalu bin. Jika kode lokasi konsisten, pengurutan teks sederhana bisa bekerja dengan baik.
Jika Anda butuh urutan yang lebih eksplisit, jaga agar mudah dibaca:
- Zone
- Aisle (dari rendah ke tinggi)
- Bay/section
- Level/bin (dari rendah ke tinggi)
Tambahkan aturan khusus hanya saat bangunan menuntutnya. Lorong satu arah adalah kasus klasik: lorong ganjil atas ke bawah, lorong genap bawah ke atas, sehingga picker tidak berlawanan arah. Mezzanine dan cold storage juga pantas perlakuan khusus karena menambah waktu untuk masuk, mempersiapkan perlengkapan, atau naik tangga. Jadikan ini sakelar yang jelas, bukan mesin routing yang kompleks.
Split picks penting di dunia nyata. Jika sebuah pesanan butuh 12 unit dan primary bin punya 8, pick list harus menunjukkan dua baris dalam urutan berjalan yang benar: ambil 8 dari primary, lalu ambil 4 dari bin prioritas berikutnya.
Saat bin kosong, picker tidak boleh bingung memilih langkah berikutnya. Gunakan lokasi fallback secara otomatis, dan buat alert replenishment supaya masalah yang sama tidak muncul di run berikutnya.
Desain pick list mobile: apa yang picker butuhkan di satu layar
Picker tidak boleh mencari info sambil berjalan. Layar pick mobile terbaik terasa membosankan: satu aksi berikutnya yang jelas, teks besar, dan tidak ada yang berlebihan. Jika katalog bin akurat, tugas aplikasi adalah membimbing picker ke bin berikutnya dan membuat konfirmasi cepat.
Layar yang perlu dipertahankan (dan dibuat sederhana)
Jaga jumlah layar sedikit dan sesuaikan dengan kejadian di lantai:
- Today’s picks: run atau wave dengan tombol mulai yang jelas.
- Pick details: tampilan "next pick" tunggal dengan bin, item, dan kuantitas yang dibutuhkan.
- Confirm quantity: langkah cepat untuk mengonfirmasi kuantitas yang diambil, idealnya tanpa banyak mengetik.
- Exceptions: cara cepat melaporkan masalah tanpa keluar dari alur pick.
Di layar pick details, buat kode bin elemen terbesar, lalu kuantitas, lalu nama SKU. Tambahkan gambar produk kecil hanya bila membantu membedakan barang yang mirip. Jaga catatan singkat dan spesifik (misalnya: "Top shelf, left").
Konfirmasi: tap, scan, atau keduanya
Kalau bisa, dukung tap dan scan. Tap lebih cepat saat label hilang. Scan mengurangi error saat SKU mirip.
Aksi pengecualian harus satu tap dan selalu terlihat:
- Short pick
- Wrong bin
- Damaged item
- Missing label
- Skip and come back
Perlakukan pengecualian sebagai data nyata, bukan catatan samping. Dengan begitu supervisor bisa melihat pola dan memperbaiki akar masalah alih-alih mendengar masalah setelah shift selesai.
Langkah demi langkah: bangun katalog bin dan pick list yang terurut otomatis
Mulai dari kecil. Anda bisa membuat sesuatu yang berguna dari satu lorong dan satu keluarga produk, lalu perluas setelah alur terasa alami di lantai.
Urutan pembangunan yang menghindari pengerjaan ulang:
-
Siapkan katalog lokasi dulu. Buat record untuk setiap bin (warehouse, zone, aisle, bay, level, position). Impor apa yang sudah Anda punya dari spreadsheet, meski tidak sempurna. Anda bisa membersihkan penamaan nanti, tetapi Anda butuh ID stabil sekarang.
-
Tambah SKU dan petakan tempatnya. Beri setiap SKU primary pick location, lalu izinkan lokasi sekunder untuk overflow. Ini mencegah momen "kosong" yang menghentikan run.
-
Ubah pesanan menjadi pick tasks. Sederhanakan intake pesanan: order header, order lines, dan pick task yang dihasilkan per baris.
-
Urutkan untuk berjalan, bukan kesempurnaan. Mulai dengan aturan jelas: urutkan berdasarkan zone, lalu aisle, lalu bay, lalu level. Kalau dua baris berbagi bin, grupkan.
-
Tambahkan konfirmasi dan pengecualian. Wajibkan konfirmasi cepat (tap atau scan). Jika bin kosong, biarkan picker melaporkan masalah dan melanjutkan, sementara sistem menangkap alasan untuk tindak lanjut.
Contoh: picker tiba di Bin A-03-02, hanya menemukan 1 dari 3 unit, mengonfirmasi partial, berpindah ke secondary bin, dan sistem mencatat pengecualian sehingga Anda bisa memperbaiki replenishment nanti.
Contoh sederhana: satu run pagi dengan liku dunia nyata
Pukul 09:05 dan tiga pesanan masuk bersamaan, total 12 line item. Katalog memetakan setiap SKU ke primary bin, plus overflow bila stok terbagi.
Order A butuh: 4x SKU-101, 1x SKU-205, 2x SKU-330.
Order B butuh: 1x SKU-101, 3x SKU-118, 1x SKU-712, 1x SKU-330.
Order C butuh: 2x SKU-205, 1x SKU-118, 1x SKU-990.
Lokasi mengikuti aturan sederhana: ambil dari primary bin dulu, lalu spill ke overflow hanya jika primary tidak mencukupi.
- SKU-101 primary: Aisle 01, Bin 01-04; overflow: Aisle 09, Bin 09-22
- SKU-330: Aisle 03, Bin 03-11
- SKU-205 primary: Aisle 06, Bin 06-02; overflow: Aisle 06, Bin 06-18
Daftar mobile diurutkan berdasarkan aisle dan bin sehingga rutenya dapat diprediksi:
- Aisle 01: Bin 01-04 (SKU-101)
- Aisle 03: Bin 03-11 (SKU-330)
- Aisle 06: Bin 06-02 (SKU-205)
- Aisle 06: Bin 06-18 (SKU-205 overflow, hanya jika diperlukan)
- Aisle 09: Bin 09-22 (SKU-101 overflow, hanya jika diperlukan)
Di tengah run, picker tiba di Bin 06-02 untuk SKU-205 dan menemukannya kosong. Di layar yang sama, mereka tap "Short pick", memasukkan jumlah aktual (0), dan menambahkan catatan singkat seperti "bin empty, check pallet in receiving." Aplikasi memindahkan sisa kuantitas ke overflow 06-18 bila tersedia.
Setelah run, supervisor melihat ringkasan bersih: baris mana yang short, bin mana yang menyebabkan masalah, dan sinyal restock untuk 06-02.
Kesalahan umum yang malah memperlambat pick list
Katalog lokasi bin hanya membantu jika orang mempercayainya. Perlambatan biasanya mulai dari hal kecil: nama bin baru di sini, pemindahan "sementara" di sana, dan sebentar lagi picker berhenti mengikuti daftar.
Kesalahan paling umum:
- Membiarkan siapa saja membuat bin tanpa aturan penamaan, menyebabkan duplikat seperti "Aisle 3 Bin 4" vs "A3-B04".
- Tidak melacak perubahan lokasi, sehingga tak ada yang bisa menjawab "siapa yang memindahkannya dan kapan?"
- Mengurutkan berdasarkan SKU bukan lokasi, yang kelihatan rapi di kertas tapi membuat orang zigzag di lorong.
- Tidak ada alur pengecualian, sehingga picker kembali ke obrolan samping, memori, dan kertas.
- Mengabaikan zona dengan cakupan spotty, sehingga tim menggunakan screenshot atau kertas.
Contoh sederhana: picker melihat "SKU 1142" di daftar, tapi bin kosong. Tanpa tombol pengecualian dan tanpa riwayat, mereka pergi ke supervisor, lalu backtrack ke rak overflow yang "mungkin". Satu masalah seperti itu bisa menggagalkan satu run.
Beberapa guardrail yang menjaga sistem tetap cepat:
- Tegakkan satu pola penamaan dan validasi.
- Log setiap edit bin dan perpindahan SKU dengan timestamp dan user.
- Urutkan pick list berdasarkan aisle dan bin, bukan SKU.
- Permudah pengecualian: not found, short pick, moved, plus catatan singkat.
Daftar cepat sebelum rollout ke lantai
Sebelum memberikan ponsel ke picker, pastikan dasar-dasarnya tidak bisa gagal. Katalog hanya membantu ketika data cocok dengan yang ada di rak.
Mulai dengan coverage dan pelabelan. Jalan setiap lorong dan cek: apakah Anda bisa menemukan kode bin dalam beberapa detik, dan apakah itu cocok persis dengan sistem?
Pemeriksaan siap-lantai
- Setiap SKU yang Anda harapkan dikirim punya setidaknya satu lokasi aktif, dan lokasi primary benar.
- Kode bin unik, dan label tercetak cocok dengan format di sistem (nol, hyphen, huruf besar).
- Pick list terurut dengan cara yang dapat diprediksi (zone, aisle, bin) dan terbaca di ponsel.
- Picker mengonfirmasi setiap baris sebelum lanjut (scan atau tap).
- Opsi short pick, wrong bin, dan could not find ada, dan setiap aksi membuat entri log yang jelas.
Setelah checklist, jalankan dry run 15 menit dengan dua pesanan nyata. Minta seorang picker mengikuti daftar persis sementara seorang lead mengamati titik-titik kebingungan: nama bin tidak jelas, lokasi duplikat, tombol kecil, atau jalur pengecualian yang hilang.
Apa yang dicatat sejak hari pertama
Jika sesuatu salah, Anda ingin jejak sederhana: siapa yang mengambil, bin mana yang dikirim, apa yang mereka konfirmasi, dan kenapa mereka tidak menyelesaikan baris.
Langkah selanjutnya: pilot, ukur, lalu perluas
Pilih satu zona (mis. Aisle 1-3) atau satu kategori produk yang mencerminkan hari normal, bukan kasus khusus. Pilot yang sempit membuat masalah terlihat tanpa mengganggu seluruh lantai. Tujuannya adalah membuktikan dua hal: data lokasi tetap akurat, dan urutan pick list mengurangi jalan.
Tentukan apa arti "lebih baik" sebelum shift pilot pertama. Lacak beberapa angka sederhana supaya perbandingan mudah:
- Waktu pick per baris (rata-rata dan kasus terburuk)
- Short picks (item tidak ditemukan di bin yang tercantum)
- Re-walks (kembali ke lorong yang sudah selesai)
- Baris yang dipick per jam per picker
- Edit pick list yang dibuat saat run
Jaga governance ringan tapi nyata. Pilih satu pemilik untuk perubahan bin dan tetapkan frekuensi (harian untuk fast movers, mingguan untuk slow movers). Sebagian besar perlambatan picking dimulai ketika semua orang bisa memindahkan produk, tapi tak ada yang memperbarui lokasi.
Jika Anda ingin membangun ini tanpa banyak pengkodean, AppMaster (appmaster.io) adalah salah satu opsi untuk memodelkan data bin dan SKU Anda, menambahkan logika pick dan pengecualian dengan workflow visual, dan menghasilkan alat admin plus aplikasi mobile dari pengaturan yang sama.
Setelah pilot stabil, perluas zona satu per satu. Tambahkan fitur dalam urutan ini: prompt replenishment saat stok pick-facing turun di bawah ambang, cycle count sederhana terkait bin dengan error tinggi, kontrol akses berbasis peran untuk siapa yang bisa mengedit bin/SKU/pesanan, dan alur pengecualian yang lebih ketat (damaged, substitute, split bin).
FAQ
Mulai dengan satu sumber kebenaran yang jelas untuk lokasi dan pastikan setiap pengambilan mengonfirmasi bin. Kemenangan tercepat adalah membuat label fisik di rak sama persis dengan yang ada di sistem, sehingga picker berhenti "mencari-cari" dan mengandalkan memori.
Gunakan pola yang konsisten yang cocok dengan cara orang bergerak, dan buat bagian-bagiannya berpanjang tetap sehingga pengurutan bekerja. Default yang baik adalah Zone-Aisle-Bay-Level-Bin, dan Anda bisa meninggalkan bagian yang tak terpakai sebagai placeholder supaya bisa berkembang nanti tanpa mengganti nama semuanya.
Berikan setiap SKU satu primary pick bin, lalu izinkan lokasi sekunder dengan tujuan yang jelas seperti overflow atau returns hold. Ini menjaga jawaban "dari mana saya mengambil sekarang?" tetap sederhana sambil menangani stok yang tersebar di dunia nyata.
Sederhanakan dengan empat record: SKUs, Locations (bins), Inventory (kuantitas SKU per lokasi), dan Pick Tasks (siapa mengambil apa dari mana). Struktur itu cukup untuk menghasilkan pick list, mendukung konfirmasi, dan merekam pengecualian tanpa sistem yang rumit.
Tetapkan setiap baris pesanan ke lokasi pengambilan spesifik dengan aturan sederhana: ambil dari primary bin jika stok cukup, kalau tidak bagi tugasnya ke lokasi berikutnya. Selalu kecualikan bin yang tidak boleh di-pick, seperti quarantine, blocked, atau damaged.
Urutkan sesuai jalur yang dilalui orang: zone, lalu aisle, lalu bay/section, lalu level/bin. Jika tata letak punya lorong satu arah atau area khusus seperti cold storage, tambahkan sakelar aturan sederhana untuk area itu alih-alih membangun mesin routing yang kompleks.
Tampilkan satu aksi berikutnya dengan kode bin sebagai elemen terbesar, lalu kuantitas, lalu nama SKU. Tambahkan konfirmasi cepat (tap atau scan) dan jaga agar opsi pengecualian selalu terlihat di layar yang sama sehingga picker tidak meninggalkan alur saat terjadi masalah.
Anggap pengecualian sebagai data penting, bukan catatan samping. Ketika sesuatu tidak ditemukan, picker harus merekam apa yang terjadi, mengonfirmasi apa yang mereka ambil, dan sistem harus menawarkan lokasi berikutnya atau memberi tanda restock sehingga masalah yang sama tidak terulang.
Validasi ID lokasi sebelum disimpan, blokir duplikat, dan catat setiap perpindahan bin/SKU dengan siapa dan kapan. Batasi juga siapa yang bisa membuat atau mengedit bin—beberapa edit yang tidak konsisten cepat merusak kepercayaan pada pick list.
Lakukan pilot di satu zona atau satu keluarga produk dulu dan ukur waktu pick per baris, short picks, dan re-walks. Jika ingin menghindari banyak pengkodean, Anda bisa membangun model data, alur pick, dan admin plus aplikasi mobile di AppMaster (appmaster.io), lalu menyempurnakan aturan saat tim mulai menggunakannya.


